Bab 40

1341 Words

“Dikunci?” Aku menautkan alis. Terakhir aku pernah diminta lihat layar pesannya ketika ada pesan masuk, masih tak dikunci. Lalu, kenapa sekarang harus dikunci? Aku mencoba memasukkan password, beberapa kali mencoba tetapi tak juga bisa. Kucoba tanggal lahirnya, tetapi tak bisa juga. Aku coba tanggal pernikahan kami, masih tak juga bisa. Duh, kalau sekali lagi coba terus gak bisa, jangan-jangan nanti terblokir. Akhirnya kusimpan. Biar nanti kucoba lagi. Aku pun meringkuk di sampingnya setelah menyelimuti tubuh Mas Iqbal yang sudah lelap. “Ya Allah … semoga tak ada hal yang disembunyikan yang akan membuatku luka jika mengetahuinya.” Doa terpanjat di dalam d**a. Aku menatap langit-langit. Zikir k****a mengiringi sepasang mata yang perlahan terpejam. Pagi-pagi aku mengerjap, ketika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD