Hari yang panjang ini akhirnya selesai. Aku sedikit bernapas lega ketika acara resepsi ini selesai, perempuan tadi tak muncul lagi. Bahkan sampai semua tamu berangsur sepi dan bubar, semua baik-baik saja. Malam ini, Mas Iqbal memintaku menginap di sini. Aku tak menolak, karena aku yakin di rumah akan ada Mas Imam dan Putri yang menginap. Malas aku bertemu dengan mereka. Lagi pula kamar pengantin yang sudah dihias ya di rumah ini. Ibu dan Bapak pulang bersama Mas Imam dan Putri. Sementara itu, Mas Iqbal membimbingku masuk ke sebuah kamar yang berada paling belakang. Dia menggamit jemariku dan menutup pintu lantas membimbingku untuk duduk di tepi tempat tidur berhias taburan bunga mawar yang mendominasi ruangan. Kami akan melakukan sesi foto-foto dulu. Tak berapa lama pintu pun diketuk,

