Bab 21

1570 Words

Pov Kenzo Aku tengah mengikat rambut sebahuku ketika tampak sosok tinggi tegap menaiki anak tangga tergesa. Seketika sebuah benturan terasa menghantam d**a. Bang Iqbal tampak menenteng plastik bening yang didalamnya, aku sangat hapal isinya apa. Dia membawa kebab yang sama seperti yang tengah kupesan sekarang. “How f*ck you are!” Aku mengepal ketika Abangku melewati ruanganku tanpa menoleh sedikitpun, lalu ke mejanya dan disambut senyuman manis yang tak pernah diberikannya padaku. Rasa marah yang meluap, membuatku lekas mematikan laptop dan gegas pergi dan memakai hoodie warna hitamku. Melihat sepasang manusia itu saling lempar senyuman, entah kenapa membuat rasa panas membakar di dalam sini. Aku berjalan menuruni tangga. Aku baru hendak mendorong pintu kaca dan meninggalkan bangunan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD