Bab 47

1037 Words

"Aku yakin kamu belum pernah kesini." Adrian membawa Aira ke tempat tertinggi di Istana nya. Disana mereka bisa melihat seluruh pemandangan Kota Tua yang tampak indah. Aira begitu terpesona. "Tuan ini indah sekali." Aira amat takjub. Adrian tampak tersenyum tipis. "Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Adrian memastikan Aira kini sudah lebih baik. Aira mengangguk dan tersenyum. "Aku merasa lebih baik. Terimakasih." Aira merasa bahagia mendapatkan perhatian dari penguasa Kota Tua itu. Seketika ia teringat. "Tidak. Aku tidak boleh terbawa perasaan." Aira menyadarkan hatinya. "Ada apa?" Adrian melihat Aira nampak pilu lagi. Aira menggeleng. "Tidak apa-apa. Aku hanya merasa harus tahu diri." Aira bicara apa adanya. "Maksud kamu?" Adrian tidak mengerti. "Jujur, aku sangat senang sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD