Bab 50

1003 Words

Malam ini entah kenapa perasaan Aira tidak tenang. Suasana terasa mencekam. Biasanya istana ramai oleh banyak orang, namun saat ini Aira belum menemui seorang pun disana. Aira merasa ingin sekali bertemu dengan Adrian. Ia sadar telah membuang banyak kesempatan untuk mengutarakan perasaannya yang sebenarnya kepada pria penguasa itu. "Kemana semua orang," pikir Aira. Tiba-tiba seorang pria mengenakan penutup wajah mendekati dirinya. "Kamu.." Aira sadar sekarang ia tengah berada dalam bahaya. *** Devan terbangun. Kepalanya begitu berat seperti habis dipukuli. Ia ingat saat perempuan bernama Felicia muncul dihadapannya lalu ia kehilangan kesadarannya. "Dimana ini?" Devan sama sekali tidak mengenal tempatnya kini berada. "Aira.." Tiba-tiba saja Devan mengkhawatirkan kondisi Aira. Devan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD