Melihat Nirmala

1588 Words

Semalaman aku tidak bisa tidur. Setelah malam panas itu, dan igauan Mas Sam yang memanggil nama Hanum membuat hati dan pikiran tidak tenang. Aku selalu kepikiran. Apakah Mas Sam melakukan hanya sebatas nafsu, bukan cinta? Makanya dia butuh objek bayangan agar bisa menikmati malam panas kami. Aku pernah mendengar kalau laki-laki bisa b******a hanya mengandalkan nafsunya. Seperti itukah yang digunakan Mas Sam semalam? "Sayang? Ini baru jam tiga subuh dan kamu … sudah mandi?" Mas Sam terbangun dan bertanya dengan mata menyipit. Sepertinya ia masih keberatan membuka mata. "May mau tahajud," jawabku dengan berjalan pelan menahan ngilu di bagian bawah akibat malam tadi. "Masih sakit?" tanyanya mungkin menyadari cara berjalanku. Ia duduk dan bersandar di bahu ranjang. "Sedikit," jawabku data

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD