Sakit, tapi Tak Berdarah

1786 Words

Malam semakin larut, mata juga sudah lelah. Namun pesta belum juga berakhir. Aku yang dari awal duduk santai dan elegan mulai kehilangan semangat lalu menyandarkan badan dengan malas ke bahu kursi. Sesekali mulut ini terbuka lebar tapi segera kututup dengan telapak tangan untuk menjaga kesopanan. "Biru, mending ajak pulang istrimu. Kayaknya dia sudah ngantuk." Walaupun sedikit berbisik, tapi masih dapat kutangkap ucapan Daniel pada Mas Sam. Mas Sam melirikku sekilas, lalu mengusap pucuk kepalaku. "Capek ya? Siap-siap. Kita pulang," ajaknya. "Tapi acaranya kan belum selesai," ujarku membantah. Aku tidak mau setelah mengantarku pulang, Mas Sam balik lagi kemari. Terus dekat-dekat dengan Hanin. "Nggak papa. Aku kan CEO-nya di sini. Suka-suka aja kalau mau pulang, nggak ada yang larang. Y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD