Ariana POV “Jika anda tidak menutup lembar kerja tersebut, saya akan mencabut kabel power dari stekernya!” Pria hampir tiga puluh tahun itu kembali melontarkan ancamannya. “Awas saja kalau kau berani, aku akan,-” “Apa? Mengusir saya dari mansion? Menjauhkan saya dari tuan muda? Sungguh anda berani menghadapi tantrum tuan muda saat berpisah dari saya?” Cecar pria yang tak lain Evan itu dengan beraninya. Aku mendengus kasar, bahkan sedikit memukul papan ketik dihadapanku lalu menatapnya dengan tajam. Tak sedikit pun Evan merasa terintimidasi oleh tatapanku. Memang, sejak semakin masuk dalam kehidupan pribadiku, Evan memang semakin berani memberiku peringatan jika aku mulai keterlaluan tanpa menanggalkan bahasa formalnya. Seperti saat ini ketika aku lagi-lagi menunda makan siang dan terus

