“Saya Ronald, Yang Mulia. Saya membawakan tugas-tugas dan laporan anda.” Seorang pria yang berbaring di sofa langsung menghela napas berat. Rasanya baru saja ia merebahkan tubuh di sofa, namun belum sampai lima menit sudah ada tugas-tugas baru yang menyebalkan. “Masuk.” perintah pria tersebut tanpa berniat beranjak. Matanya terpejam, mulai mengatur tempo napasnya. Pintu terbuka, mempersilakan pria bernama Ronald tersebut berjalan masuk. Terdapat setumpuk berkas dalam genggamannya. Tidak hanya setumpuk berkas, pria itu juga membawa banyak sekali tumpukan surat. Pria itu menoleh sejenak ke arah sofa, menatap tuannya yang berbaring lelah di sana. Ia menghela napas kecil, memahami kondisi beliau tanpa banyak tanya. Ronald meletakkan tumpukan dokumen dan surat di meja kerja, merapikan dan

