“Aku yakin sudah memerintahkanmu untuk datang sesegera mungkin saat aku mengirim bawahanku untuk memanggilmu, Sebastian Michaelis,” ujar Eugene tajam menatap seorang pemuda sedang duduk angkuh di hadapannya, “dan kau datang tepat di hari pembukaan festival. Bagus sekali.” Sebastian Michaelis terkekeh remeh. “Jangan merasa tersinggung, Yang Mulia. Aku pun memiliki kehidupan yang sangat sibuk.” “Bermain-main dengan para pelacurku memang menjadi kesibukan sehari-harimu,” hujat Eugene sarkastis membuat Sebastian tersenyum miring. “Ayolah, meski begitu aku sudah mengantisipasi permintaan semacam apa yang akan Yang Mulia minta padaku hari ini.” Eugene mendengus kasar. “Tapi, kau mengulur-ulur waktu.” “Bukankah tidak menarik bila langsung dimusnahkan?” Sebastian tersenyum miring semakin leb

