Victorique duduk termenung di bingkai jendela kamar Marquis. Wanita mungil itu menatap pemandangan Ophele dengan tatapan kosong, seperti biasa. Tubuh mungilnya duduk tenang di bingkai, membiarkan rambut super panjangnya jatuh menyentuh lantai. Bagaikan putri berambut panjang di buku dongeng anak-anak, kondisi Victorique seolah menunjukkan dia adalah putri tersebut yang keluar langsung dari buku dongeng. Satu minggu telah berlalu sejak malam penyusupan terjadi di istana Ratu. Sejak saat itu, Victorique tinggal di kamar Marquis. Merasa tidak punya pilihan lain karena hanya berada di dekat pria itulah dia merasa aman. Bukan tanpa alasan, Victorique sudah mencoba untuk tidur di kamar yang tepat di sebelah kamar Marquis. Hasilnya nihil. Victorique sungguh-sungguh membutuhkan sosok Marquis ber

