Eugene mendengus pelan, bertopang dagu dengan mata hijau menatap ke luar jendela kereta kuda. Merasa tidak minat melihat salju mengguyur Bumi. Dia mengeratkan jubahnya untuk menghalau suhu dingin yang menyelinap masuk. Benaknya terbayang oleh kalimat terakhir sepasang Ghena sebelum mereka tewas. “Dan kini kau memiliki istri yang begitu cantik bagaikan boneka—“ “Elliana Efran itu akan segera dijadikan ‘boneka’ oleh mereka. Tepat setelah mereka berhasil membunuhmu, Elliana Efran akan menjilat takdir yang sudah menjeratnya.” Tidak hanya Eugene yang memiliki kesan pertama boneka pada Ellie, namun semua orang. Mungkin hanya kebetulan, mungkin juga tidak. Ellie memang sangat mendeskripsikan manusia yang diciptakan seperti boneka oleh Tuhan. Gadis itu sangat mungil dan tampak rapuh seolah bisa

