Eugene mendengus kasar setelah menebas leher Roger Ghena. Pria berumur kepala dua itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara lagi dan senyum iblis Eugene adalah pemandangan terakhir yang ia lihat saat meregang nyawa. Roger Ghena telah salah memilih musuh untuk dilawan, hal yang sudah ia ketahui sejak awal namun masih keras kepala untuk menerobos maju. Maka, merasakan kepala terlepas dari badan adalah balasan yang harus ia rasakan. Tubuh tegap Eugene berputar ke belakang, mata hijaunya kembali menyorot dalam kegelapan. Udara yang dingin kembali menunjukkan perubahannya setelah kematian Roger Ghena. Tanpa mau repot-repot membersihkan darah pada pedangnya, Eugene melangkah menyusuri sisi-sisi rumah. Atau, lebih tepatnya adalah gudang. Dari luar memang tampak selayaknya rumah bangsawan p

