“Dengan ini, Anthonius Georgia resmi mendapatkan gelar bangsawannya yakni Viscount.” Ellie bertepuk tangan seadanya. Tatapannya kosong. Pikirannya pun kosong. Di sampingnya, Eugene berdiri dengan tenang menatap sesi penobatan gelar. Tidak menaruh perhatian pada Ellie yang melamun sendiri. Raganya ada, namun jiwanya pergi entah ke mana. “Selanjutnya, Marie Evergarden.” Ellie menipiskan bibir, kesadarannya mulai kembali. Akan tetapi kemudian menunduk dalam-dalam seiring rona merah menjalar di kedua pipinya. Gadis itu masih terngiang-ngiang dengan ucapan Eugene ketika mulai berdansa. Pria itu mengatakan hal-hal aneh yang mampu membuat hati rapuh Ellie terbuai. Sesaat kemudian, mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah lelucon. Sukses mengombang-ambingkan hati rapuh Ellie. Tidak hanya hati, seka

