Bel rumah berbunyi, Ranti melihat dari jendela. Ternyata teman-temannya. “Ario sayang, mereka sudah di depan,” Ranti memanggil Ario, lalu beranjak keluar membuka pintu pagar. Satu persatu temannya memeluknya. “Kamu baik-baik kan?” Dina terlihat khawatir. Ranti mengangguk. Mereka lalu berjalan memasuki rumah. Ario terlihat berjalan ke ruang depan, ia baru selesai mengecek pekerjaannya. “Bagaimana kondisi Bro?” Yoga memperhatikan Ario dari atas ke bawah. “Aman?” Bram ikut memperhatikan. Ario tersenyum dan mengangguk, “Tidak apa-apa.” Semua beranjak ke dalam dan duduk di ruang tengah. “Ini berita mengagetkan, aku tidak menyangka Evan seperti itu Ti,” Cica menatapnya. Ranti mengangguk, “Hari paling menyeramkan dalam hidupku.” Lalu menatap Ario, “Yang paling membuatku takut, terny

