EPILOG - EMMA

1644 Words

Irwan masuk ke ruangannya, “Dilla tiba-tiba resign, kamu tahu?” Ario hanya mengangguk dan memutar kursinya membelakangi Irwan. “Aku ada meeting di luar, sampai jam 11 balik kantor,” sahabatnya itu langsung keluar ruangan tanpa banyak bicara dan bertanya. Sepertinya membaca kalau persoalan Dilla ada kaitan dengan dirinya. Ario merasa kesal sendiri mengingat kejadian semalam. Sekretarisnya itu tiba-tiba memeluknya. Yang kurang ajar adalah, Dilla tiba-tiba membuka bajunya, menyisakan hanya pakaian dalam yang menutupi tubuhnya. Sekretarisnya itu juga mencoba menciumnya. Ah, apa yang Dilla pikirkan sampai bisa merendahkan dirinya seperti itu? Apa dia pikir aku bisa dengan mudahnya menerima tubuh perempuan begitu saja? Apa perempuan sekarang seperti itu? Ario tidak habis pikir. Ia jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD