HANYA TEMAN

1690 Words

Ranti berbalik menghadap ke arah Ario, lalu menggenggam tangannya. "Jadi, dia membuatku marah, karena dia tidak mau menyerah mendekatimu.” “Lalu satu lagi, tadi dia cerita soal ciuman itu dan katanya itu hal biasa. Ario bagaimana mungkin ciuman di bibir jadi hal yang biasa? Itu bukan hal yang biasa teman lakukan bukan? Setidaknya buatku. Tapi dia beranggapan itu biasa. Oh Ario, tahu apa yang ada di pikiranku?" Ranti berapi-api. Ario tersenyum, "Apa sayang?" Ranti menggigit bibirnya.. Ragu.. "Aku berpikir, kalau ciuman hal yang biasa baginya. Mungkin saja dia akan melakukan hal lebih dari itu. Oh, Ario aku tidak enak mengatakannya. Tapi mungkin saja... Mungkin saja... Dia akan memberikan dirinya untukmu." Ranti menunduk, "Aku khawatir, sungguh. Kamu mungkin saja, bisa saja tertarik kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD