Setelah Ario pergi, Nurma kaget karena Marissa tiba-tiba meneteskan air mata. Seorang Marissa menangis. Oh.. Nurma tidak menyangka. Ia mencoba menenangkannya dan membawanya ke kafe terdekat. Nurma berusaha tabah mendengarkan keluh kesah Marissa. Bagaimanapun Marissa temannya, dan butuh teman cerita. Marissa bercerita banyak, soal perasaannya dan semuanya. Nurma lihat, Marissa berani seperti itu karena perasaannya pada Ario tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Temannya itu putus asa dan tidak melihat cara lain untuk bisa mendekati Ario. Hmm.. Ia cuma bisa berharap, Marissa bisa menemukan pengganti Ario. Nurma teringat pertemuannya dengan Ranti di rumah Nelly. Perempuan yang sangat cantik dengan mata indah. Karakternya supel, ramah, dan terlihat cerdas. Tahu menempatkan diri. Satu hal ya

