Ario hanya bisa tersenyum mengingat apa yang Ranti lakukan tadi pagi. Kekasihnya ternyata berubah agresif saat cemburu. Ario kewalahan sendiri menghadapinya. Tapi... Ahh.. Ia suka itu... Semakin mengenalnya, semua yang ada di diri Ranti makin membuatnya jatuh hati. Lucunya, setelah aktivitas pagi itu, Ranti mengeluhkan kalau ia terlambat dan menyalahkan dirinya. Ario hanya bisa tertawa. Ketukan di pintu menyadarkan Ario dari lamunan. "Ya," jawabnya. Emma masuk, "Rapat dengan Pa Hartono besok berubah ke hari ini pa. Mendadak beliau harus keluar negeri besok. Pukul 7 malam." Ario hanya mengangguk. Emma pun keluar menutup pintu. Ario membuka ponselnya, lalu memencet nomor kekasihnya. Ranti, "Halo.." Ario, "Ranti sayang, aku ada rapat nanti pukul 7 malam. Aku jemput kamu seperti biasa

