DP || 14

2190 Words

Makan malam yang sangat dihindari oleh Laura akhirnya berlangsung juga. Terlihat dari wajah malas yang ditujukan oleh Laura, berkali-kali Ivan menegurnya untuk tidak memasang wajah seperti itu, membuatnya semakin ingin cepat mengakhiri malam yang terasa lebih panjang dari biasanya. “Laura, jangan membuat malu Daddy!” “Ya, Dad,” ujar Laura sambil memasang cengiran kaku. “Hentikan itu! Willy sudah datang,” ujar lagi Ivan. “Maaf, Om, Laura. Tadi aku terjebak macet.” “Tak apa, kami juga baru tiba. Silakan kita pesan makanannya dulu!” ujar Ivan.  Lalu mereka berbincang sambil menunggu makanan datang. Mereka sedikit berbincang masalah bisnis yang sedang berjalan, Laura hanya sesekali menjawab dengan malas, itu juga karena mendapat tatapan tajam dari daddy-nya. Sampai pembicaraan masalah bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD