DP || 13

3584 Words

“Hai, Sayang, maaf membuatmu menunggu,” ujar Xander sambil mengecup pipi Laura begitu tiba di hadapan Laura dan Willy. *** “Aa ... tak terlalu lama menunggu kok. Ini cake-mu!” ujar Laura menjadi salah tingkah. “Terima kasih, Sayang.” “Ya sudah, ayo kita pulang!” ujar Laura dan meninggalkan Willy yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, karena dia sudah mencari tahu tentang Laura yang belum memiliki kekasih. *** “Maaf aku tak bermaksud mengambil kesempatan untuk menciummu tadi,” ujar Xander saat mereka sudah berada di dalam mobil dengan keadaan yang canggung.  “Hm ... tak apa. Aku justru berterima kasih karena kau tiba tepat waktu. Lelaki bernama Willy itu ternyata bukan orang yang mudah menyerah. Sama sepertimu!” “Hei, jangan samakan aku dengannya. Jelas aku ini lebih tam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD