DP || 12

3955 Words

“Kalau begitu, apa aku boleh mendekatimu lebih dari seorang tetangga baru?” tanya Xander membuat Laura terdiam dan menatap Xander tak percaya. “Ap-apa kau bercanda?” tanya Laura sedikit terkejut. Dia takut Xander hanya bergurau. “Tidak, aku serius!” jawab Xander lagi membuat Laura semakin bungkam. Karena merasa baru kali ini dia mengakrabkan diri dengan seorang lelaki, dan dia merasa nyaman, tapi dia tak ingin terburu-buru untuk menjalin sebuah hubungan serius sebagai orang dewasa. Dia tak ingin kejadian masa kecilnya terulang kepada dirinya. “Jika kau keberatan, tak apa. Kita bisa berteman dulu, setidaknya bukan sebatas tetangga saja,” ujar Xander lagi memecah lamunan Laura. Dia tahu Laura belum siap dan juga memang dia yang terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk mendekat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD