GRACE -- Langkah kakiku tersuruk-suruk ketika aku melewati jalanan luas di pusat kota, tepat di depan kantor kepolisian. Langit telah gelap, angin dinginnya bertiup kencang dan suara ribut kendaraan terdengar di setiap sudut jalan. Aku berdiri menunggu di seberang jalan selama hampir satu jam. Mataku menatap ke arah jalanan luas di depan. Beberapa mobil melintas, para petugas kepolisian baru saja meninggalkan kantor mereka, beberapa yang lain masih terlihat sibuk di belakang meja kerja. Saat itu seorang pria baru saja keluar dari pintu utama. Aku mengawasinya berjalan menuju sebuah BMW hitam yang terparkir di halaman depan. Dengan sedikit dorongan aku berjalan menghampirinya. Nafasku tersengal dan pandanganku tampak buram, tapi aku tidak berhenti. "Detektif Jose! Detektif Jose!" Pang

