GRACE -- Aku bisa mendengar suara gelas yang berdenting, entakan langkah kaki dan percakapan yang berdengung di sekitarku. Suara-suara itu terus membesar, ia seolah bergerak mendekatiku. Aroma alkohol tercium dimana-mana, aku meneguk wine. Aku selalu menyukai wine. Minuman itu terasa berbeda di lidahku kali ini. Aku nyaris bisa merasakannya membakar lidahku, mengangkat sesuatu yang berbau busuk dari sana. Namun, yang paling kusukai adalah sensasinya. Kelegaan setelah meneguknya. Setelah meninggalkan bar, aku berjalan tersuruk-suruk menuju terowongan tua itu. Langit sore semakin gelap, udaranya terasa lembab namun aku merasakan diriku semakin dekat dengan apa yang kutuju. Lucunya, jalanan itu terlihat seperti bergerak menjauhiku. Setiap kali aku mengambil langkah maju, maka terowongan

