Bagaimanapun, Irfan tetap tidak bisa menghindar dari perasaan sedihnya, karena telah kehilangan banyak kesempatan dan uang milyaran rupiah dari kebijakan yang dia ambil, yaitu memutuskan hubungan kerjasama dengan Fauzan. Namun, dia tetap merasa beruntung karena melalui Fauzan dia jadi mengenal kerasnya persaingan bisnis di kalangan para pengusaha kelas atas, sampai mereka melakukan apa saja untuk mengeruk keuntungan. Satu hal yang ternyata tidak bisa diukur dengan uang dan membuat perasaannya bahagia, bahwa hubungannya dengan Numa membaik, sejak dia berpihak kepada Numa sampai membatalkan rencana pernikahan. Numa juga lebih patuh dan menurut, tidak pernah menuntut apapun darinya, dan tetap tinggal di rumah dengan peraturannya. Kini tidak ada lagi bentuk kerjasama dengan pihak Fauzan setel

