Bab 97. Sadar Irfan

1130 Words

Mendengar teriakan dari dalam rumah Irfan, Edi dan Danang kompak berlari ke depan rumah, dan mereka melihat Numa kesakitan di ruang tamu, sementara Kenzo baru saja ke luar dari ruang tamu. Danang hendak menghajarnya, tapi Edi dengan cepat menahannya. “Jangan, Danang. Tahan dirimu.” Kenzo menatap sinis Danang. “Tunggu giliranmu dipecat. Aku yang berkuasa sekarang,” desis Kenzo. Danang mengepalkan tangannya, geram melihat Kenzo yang masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat. “Aku sudah menduga anak itu nggak beres, Pak.” “Ya, ‘kan Ujang juga cerita, nggak Bapak nggak anak, anak buahnya sama saja. b******k semua.” Keduanya pergi masuk ke dalam rumah, mendapatkan Numa yang masih meringis. Danang mendekati Numa dan Edi merapikan sofa dan meja yang sedikit bergeser dari posi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD