Numa sangat terkejut mendengar pengakuan dari mulut Morgan, dadanya tiba-tiba saja terasa sangat sesak. Pikirannya kacau membayangkan Timo tidur dengan Lila. Molly yang juga terkejut, menoleh ke Numa, dia melihat Numa yang memegang d**a, mendekati Numa dan menenangkannya. Morgan menyadari keadaannya, wajahnya berubah lagi, kali ini panik, dia dengan cepat beralih ke Numa. “Numa, hei … dengar dulu ceritaku,” ujarnya. Numa mengatur deru napasnya agar kembali normal, sampai pada akhirnya dia bisa menguasai diri. Morgan hendak menjelaskan, tapi seorang pelayan cafe mengantar minuman dan makanan yang dipesan Molly. Dia terpaksa menunda berbicara. Setelah pelayan pergi, barulah dia angkat bicara. “Numa, tidak terjadi apa-apa malam itu, papaku hanya dijebak, dia hanya korban keserakahan. Per

