Bab 123. Hanya Kamu

1116 Words

Numa menggeleng, bulan madu belum usai, tapi Timo sudah mempertanyakan rencana liburan tahun depan. Numa menghela napas sejenak, “Timo, mama Yuni bilang kepadaku kalo sebenarnya papa tuh keberatan aku ikut kamu ke New York.” Kedua alis Timo terangkat saat Numa menyinggung rencana kepergian mereka ke New York, padahal dia belum ingin membicarakannya, tapi malah Numa yang menyinggungnya. Mau tidak mau dia harus membahasnya sekarang. “Ya, papa kamu juga bilang kepadaku soal itu, dia … khawatir kamu kesepian di sana sementara aku sibuk bekerja di kantor. Dia juga khawatir kamu nanti hamil, dan kamu sendirian pula.” Numa refleks memegang perutnya. “Apa aku akan hamil, Timo?” “Hm? Ya, tentu saja kamu akan cepat hamil, karena kita bercinta dengan semangat dan … kamu yang juga sudah siap, ‘ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD