Bab 124. Harus Berpisah

1042 Words

Timo mendudukkan tubuh ramping Numa di atas wastafel kamar mandi, lalu dengan cepat menurunkan celana dalam Numa. Dia sendiri kemudian melepas kaus dari tubuhnya, juga seluruh bawahannya. “Hmmm. Kamu menggemaskan sekali. Hari-hari nggak lengkap tanpa bercinta denganmu, Sayang,” ucap Timo yang sangat b*******h memandang wajah manja Numa. Dia mengurut senjatanya yang tegang seolah mengasahnya di hadapan Numa yang duduk mengangkang pasrah. Saat sudah sangat keras, Timo memajukan tubuhnya ke tubuh Numa, memasukkan miliknya ke dalam liang Numa. Bergerak maju mundur dengan pelan seraya memandang wajah Numa yang menatapnya dengan menantang. “Hmmm, oooh,” lenguh Timo. Dia mengangkat tubuh Numa dari atas wastafel dengan miliknya yang masih tertancap di dalam tubuh Numa. Numa terkesiap, merasa ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD