Timo tidak berhenti tersenyum bahagia saat perjalanan menuju pulang, masih mengingat pertemuannya dengan Morgan dan pembicaraan dengan anak itu sebelum berangkat Ke Yogya. Timo bertekad akan merebut hak asuh Morgan ketika semua sudah ada di tangannya, juga yakin anak itu yang akan memilihnya. Numa menyenderkan kepalanya di bahu Timo, ikut merasakan kebahagiaan kekasihnya. “Dia memujimu, cantik dan baik,” ujar Timo sambil tetap fokus menyetir. Numa tersenyum kecil mendengar pujian Morgan dari mulut Timo. “Tadi kalian ngobrol apa saja?” tanya Timo. “Aku bilang aku mencintaimu dengan sepenuh hati, aku jelaskan status kita berdua dan alasan kita menikah diam-diam. Aku senang bisa berterus terang kepadanya.” Timo mengusap-usap kepala Numa. “Dia bilang dia sudah curiga pas aku menjemputmu

