Mobil sudah di bandara dan Timo memilih parkir di tempat yang istimewa, tidak jauh dari gerbang keberangkatan, dan dia yang tidak lupa memberi tip cukup banyak ke penjaga yang sedang bertugas. Jam keberangkatan masih lebih dari dua jam, Timo menyarankan untuk duduk menunggu di cafe dalam gedung bandara. “Numa, aku ingin bicara dengan Morgan. Kamu duduk di sini ya?” ujar Timo ke Numa yang sudah memesan minuman favoritnya. Gadis cantik itu tersenyum mengangguk. Timo lalu duduk di depan Morgan di meja lainnya. Sudah ada dua minuman di hadapan mereka. “Semalam mama dan Simon bertengkar,” mulai Morgan pelan, sambil mengaduk teh hijau panasnya dan menatapnya dengan tatapan kosong. Timo menahan napas sejenak, membayangkan Astrid dan Simon bertengkar, dan Morgan yang menyaksikan. “Soal apa?”

