Bab 103. Pacar Papa

1269 Words

Irfan melangkah menuju Numa yang berdiri di sisi pintu kamar, mendekati Numa dan memandang hangat wajah putrinya itu. “Siapa sih pacar Papa?” tanya Numa ingin tahu, senang melihat papanya yang akhirnya membuka hati untuk seseorang, setelah sekian tahun menduda. Irfan kaget, mengira Numa sudah tahu siapa kekasihnya. Tapi dia akhirnya mengingat Yuni yang mengatakan kepadanya bahwa Numa telah mencurigainya, tapi dia belum memberitahu Numa. “Mbak Yuni belum cerita?” tanya Irfan. Numa menggeleng. “Nggak, hm … aku tanya, dia nggak mau jawab. Aku cerita ke dia kalo aku sering liat Papa ditelpon sembunyi-sembunyi gitu. Aku tanya apa Papa sudah punya pacar, dia bilang nggak. Tapi aku tahu Papa pasti sudah punya. Hm … selamat ya, Pa,” ucap Numa, menyerahkan tangan kanannya. Irfan menyambut tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD