Bab 117. Dukungan Lucia

1120 Words

Lelah sudah diselimuti dengan keinginan yang menggebu-gebu, Timo dan Numa berpelukan seolah kerinduan yang tidak berkesudahan. Keduanya masih berpagutan bibir, juga saling berucap sayang dan cinta. Timo menyadari Numa yang sudah tidak tahan, mengangkat tubuh Numa dan masih tetap melumat bibir Numa dengan semangat. “Aku mau kamu saja, Timo,” ucap Numa saat sudah rebah di atas tempat tidur, memandang wajah Timo dengan tatapan hangatnya. Timo lalu menindihnya. “Aku nggak sabar ingin hidup bersamamu,” ucapnya sambil membelai rambut Numa, lalu mengecup bibir Numa dengan lembut. *** Keceriaan begitu terasa di rumah Lucia. Wanita itu sangat bahagia dengan suasana rumahnya yang hangat dan ramai, penuh canda tawa di hampir dua malam sejak kehadiran Numa. Dia tidak menyangka bahwa Numa yang tern

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD