Bab 86. Melepas Kerinduan

1104 Words

Akhirnya Numa berangkat ke Bandung setelah dua minggu wisuda, dan hari ini dia sudah berdiri di depan pintu apartemen mewah suaminya. Dia langsung membukanya dan menjerit senang, melihat Timo yang sedang duduk menunggu dengan santai di atas sofa. Timo masih dengan pakaian kerjanya, lengkap dengan jas hitam. Bak anak kecil, Numa berlarian menuju Timo, dan duduk di atas pangkuan Timo dan memeluknya erat-erat. “Hmmm. Kangen?” Numa mengangguk dan cemberut manja. “Aku kangen berat.” “Sama siapa?” Numa meraba sela paha timo. “Sama yang ini.” Timo tertawa kecil, dia memperbaiki posisi duduk Numa di atas pangkuannya agar lebih nyaman. “Selamat wisuda, ya?” ucap Timo akhirnya. “Om sudah ngucapin pas telepon aku.” “Ya, aku ingin mengucapkan dengan mulutku sekarang.” Numa masih dengan waja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD