Timo menarik tangan Numa yang memegang miliknya, lalu bergerak menindih Numa dan menghisap d**a Numa bergantian, ingin memberi rangsangan. Tangannya juga tidak tinggal diam, memainkan milik Numa, dan satu jari memasukinya. “Oooh.” Numa menggeliat nikmat, merasakan sensasi lebih dalam saat satu jari menusuk pelan ke liang tubuhnya. Memang sedikit sakit, tapi dia menikmatinya. Timo menarik tangannya saat tahu milik Numa yang banjir dengan lendir, membauinya sesaat dan menjilatnya. Dia kemudian bersiap memasuki, satu tangan menopang di atas kasur, dan tangan lainnya membimbing miliknya yang tegang ke permukaan milik Numa, menekan dan memutar seolah mencari lubang yang tepat. Numa berdesis pasrah, matanya memicing, menikmati sentuhan ujung milik suaminya. Miliknya tidak berhenti mengeluarka

