Bab 66. Siapa Jodohnya?

1051 Words

Hari kepergian Timo ke Bandung semakin dekat, dan Numa sudah tidak sedih lagi. Sebaliknya, dia tampak tenang dan merelakan kepergian Timo ke Bandung. Lagi pula, Timo berjanji akan datang menemuinya setidaknya satu minggu sekali, kecuali ada hal yang tidak memungkinkan mereka saling bertemu. Timo juga tenang meninggalkan Numa, berharap istri kecilnya itu bisa bersabar demi keutuhan rumah tangga mereka. Malam ini Timo dengan sengaja datang menemui Irfan di rumahnya. Mereka berdua sudah berjanji bertemu. Keduanya sudah duduk di ruang tengah sambil menikmati minuman hangat dan biskuit. Irfan tampak sedih karena dia merasa sangat terbantu selama Timo bekerja di bengkelnya. “Pekerjaan yang sangat pas buatmu, Timo,” ujar Irfan setelah Timo menjelaskan lebih detail tentang perusahaan yang meneri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD