Numa pergi dari perpustakaan bersama Molly, mengajaknya makan dan minum di sebuah cafe baru di jalan menuju rumah. Di sana, dia melanjutkan kisah pernikahannya di Puncak yang sangat membahagiakan, bahkan sempat pula bersenang-senang selama tiga malam di sebuah vila indah di Puncak. Molly jadi ikut bahagia mendengar cerita Numa, yakin keduanya akan bahagia karena saling cinta dan saling percaya. Cukup lama menghabiskan waktu berbincang dengan Molly, dan akhirnya mereka pulang dengan kendaraan masing-masing. Numa sudah berada di dalam kamar, langsung berganti pakaian santai, dan rebah di atas kasur sambil memainkan ponsel. Menyentuh nomor kontak suamiku tersayang, Numa menghubungi Timo. “Halo.” “Om sibuk?” “Nggak, ini baru selesai makan siang.” “Jam dua?” “Ya. Kamu di mana?” “Aku di

