Ujang berdecak kesal karena bunyi ponselnya mengganggu tidurnya di awal pagi. Mau tidak mau dia meraih ponselnya dan dia langsung terkejut, karena ternyata Deni, manajer kantor bengkel yang menghubunginya. “Jang. Tidur aja. Hei, pagi ini kamu bawa mobil perusahaan. Bos Irfan suruh kamu nyetirin dia ke Bandung. Ada lima orang nih, termasuk rombongan Fauzan.” Ujang mengucek matanya, bingung dan heran. “Mau apa ke Bandung, Pak Deni?” “Mau hajar Timo.” Dan panggilan berakhir secara sepihak di ujung sana. Ujang langsung bangkit dari rebahnya, dan menghubungi Timo. Dia berdecak kesal karena panggilannya tidak diangkat, yakin Timo pasti masih tidur saat ini. Dia lalu menghubungi Danang dan Edi, dan Edi yang bisa dihubungi. “Gawat, Pak Edi. Kayaknya pak Irfan sudah tahu om Timo menikah deng

