Bukan main Timo terkejut melihat Bertha yang seolah memimpin kedatangan Irfan dan rombongannya. Dia akhirnya percaya desas desus bahwa Bertha adalah sekretaris yang culas dan beberapa kali berhasil membuat hengkang orang-orang penting di perusahaan, termasuk Branti, CEO terdahulu. Timo tidak percaya isu itu karena Bertha yang bekerja dengan baik dengannya dan tidak ada tanda-tanda hendak menjatuhkannya. Bertha langsung pergi begitu saja membiarkan Irfan bersama preman-preman masuk ke dalam ruang kerja Timo. Belum sempat Timo mengajak bicara, Irfan langsung menyuruh orang-orang memegang Timo, dan dia bebas menghantam Timo. “Irfan—“ “Aku tidak mau mendengar alasanmu, Bajing*n.” Irfan kesal, membayangkan sahabat yang dia percaya ini bergumul dengan putri kesayangannya, dan menikah tanpa

