DRAMAQUEEN 16.02

3039 Words

DUK!! "Aduuuhh." Jelita merintih, masih dalam posisi terlentang di lantai marmer dingin setelah terjatuh dari tempat tidur. Hidung dan bibirnya menempel sempurna di sana. Perlahan dia mengangkat kepala, menyibak rambutnya yang tergerai ke depan menghalangi pandangan dan melihat ke sekitar, lalu lega saat mendapati dia masih berada di dalam kamar lantai tiga rumah Kakek Veron yang  remang-remang bukannya di atas tanah padat di tengah padang Lavender seperti yang terakhir kali dia ingat dalam mimpinya tadi. "Mimpi—" Gumam Jelita, matanya terbuka maksimal saat menyadari mimpi apa yang didapatnya dan dengan gerak cepat duduk tegak dengan mata nyalang melihat sekitar. "YA TUHAN, SYUKURLAH HANYA MIMIPI!!" pekiknya kemudian lalu sujud syukur disertai helaan napas panjang. Dilihatnya ke ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD