Tama kembali ke mobilnya setelah menyelesaikan urusan booking kamar, melihat sekilas jam tangannya yang menunjukan pukul sembilan malam. Sampai di sana, Tama membuka pintu penumpang mobil Audy-nya tapi reflek langsung sigap menangkap Jelita yang hampir saja terjatuh karena tertidur tapi kepalanya sempat kejedot pinggiran pintu membuatnya bangun. "Awww—" rintihnya seraya memegangi kepala. "Aduh benjol," kekeh Tama seraya mengusap dahi Jelita membuatnya melotot garang. "Mau apa kamu?!" tanyanya galak, menarik tangannya yang dipegang Tama. "Ngegas banget sih. Kita sudah sampai." Jelita mengedarkan pandangan. "Kamu terlalu nyaman ya di situ sampai bisa ketiduran." "Kelamaan sih iya. Ini di mana sih?" Jelita berniat turun dari mobil tapi saat melihat ke arah kakinya yang hanya memakai s

