"Seharusnya, kamu tadi tidak memukulnya,” ucap Jelita, melipat lengan di d**a, memandang jalanan di luar. “Dia pantas mendapatkan tonjokanku.” Jelita diam.Tidak ada yang berbicara di antara mereka sampai Fariz mengajukan pertanyaan menjebak. “Laki-laki yang tadi ganteng ya?" "Banget—Eh." Jelita menoleh ke Fariz yang menatapnya tajam setelah mendengar jawabannya membuat Jelita langsung berkilah. "Memang kenyataannya gitu sih. Bohong banget kalau aku bilang dia jelek. Coba deh tanya sama yang lain, pasti jawabannya gitu bukan cuma aku aja." "Ya, tapi kamu gak harus sejujur itu dong. Yang nanya ini loh kekasihmu sendiri," dengusnya. "Biasanya wanita yang lain kalau ditanya beginian pas ada kekasihnya, mereka langsung bilang kalau kekasih mereka lebih ganteng dari laki-laki manapun." Je

