Satu Bulan Kemudian, Nice, Perancis Tama menghentikan sejenak kegiatan membereskan barang bawaanya untuk pulang ke Indonesia seraya memperhatikan Clara yang tertidur lelap. Jam menunjukkan hampir mendekati tengah malam, padahal besok dia harus berangkat ke bandara pagi-pagi sekali. Tama mengambil tas kecil yang ada di dalam ranselnya, meletakkannya di pangkuan dan membukanya perlahan. Di dalam sana ada beberapa barang bernuansa ungu yang mencolok dan menguarkan harum semerbak. Aroma Lavender yang langsung mengingatkannya pada seseorang. "Apa aku harus membuangnya?” desahnya. Ada kamera yang tanpa sengaja tertinggal dan lupa untuk dikembalikan. Dibukanya kamera itu, memandangi satu persatu foto yang ada di sana yang kebanyakan diambil dalam mode candid juga beberapa video. "Dia juga

