Chapter 8

1279 Words

MEMORI Debar jantung terasa semakin kencang. Kedua pasang mata itu terus saling menatap walaupun kabut bening membuat pandangan sedikit pudar. Waktu seolah berputar kembali ke masa lampau, membangkitkan memori yang tersimpan sejak tujuh tahun yang lalu. “Namamu Nayanika, bukan?” tanya lelaki itu. “Iya, ada apa?” Naya mengernyitkan dahi. “Ada anak kecil yang nyari kamu di koridor palem.” Chandra menatap wajah ayu Naya. Ini adalah yang pertama kalinya dia memberanikan diri untuk berbicara dengan gadis itu. Sudah lebih dari empat minggu berlalu sejak awal pertemuan mereka di depan perpustakaan saat hendak menitipkan tas. Diam-diam, Chandra terus mengikuti Naya di sela watu kosong menunggu jam kuliah. t**i lalat kecil di atas bibirnya yang terlihat begitu manis saat tersenyum, suara lembu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD