Chapter 12

1164 Words

GUGUP Niken tidak bisa percaya begitu saja terhadap perkataan Narendra. Dia memutuskan untuk mengikuti kekasihnya secara diam-diam. Kepalanya menggeleng memperhatikan cara menyetir pria itu yang mengebut. “Sepenting apa Naya sampai Mas Naren panik begitu?” batinnya. Rasa penasaran semakin menyerang ketika mobil hitam itu berbelok ke arah apartemen baru di pinggir kota. Gadis itu pun masih terus mengikuti dan mengamati pada lantai berapa lift yang dinaiki Narendra berhenti. Dia segera menyusul ke sana dan melihat pria itu masuk ke salah satu unit. Niken terpaksa menguping. “Kalau Naya udah mimisan dan pingsan lama kayak gitu, artinya kondisi badan dia bener-bener drop!” Niken yakin sekali kalau itu suara Chandra. “Mungkin dia batin juga punya suami kayak lo!” Dadanya mulai terasa ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD