TEPERGOK Meskipun matahari terasa begitu terik, Narendra tetap pergi ke apotek yang ada di seberang apartemen. Dia berjalan kaki melewati trotoar sisi kiri yang teduh. Saat hendak berbelok, langkah pria itu terhenti melihat sosok yang berpapasan dengannya. “Niken?! Ah, sial!” umpatnya dalam hati. Keduanya saling menatap. Dari mata Niken yang sembab, Narendra menebak bahwa kekasihnya itu telah mengikutinya dan mengetahui kenyataan yang terjadi. Rahasia yang harus ditutupi selama setahun ke depan ternyata kini telah terbuka. “Selamat atas pernikahan Mas Naren dan Naya. Kalian memang lebih serasi,” ucap Niken berusaha tegar. “Semoga kalian selalu bahagia.” Tanpa menunggu jawaban, dia kembali melangkah. “Niken, tunggu! Dengar dulu penjelasanku” pinta Narendra seraya menarik tangan gadis i

