“Minumlah!” Jelita menerima minuman yang disodorkan Poppy padanya. “Terima kasih.” Poppy melirik sekilas Anne dan Bianca yang juga tengah menatap ke arahnya sebelum saling melepas kontak satu sama lain. Mereka bertukar pandang dengan cara yang aneh, seolah tengah berusaha berkomunikasi akan sesuatu yang hanya dimengerti oleh mereka. Yasmine yang menyadari hal itu mengernyit, menangkap sesuatu yang janggal di sini. Di tengah pemikiran Yasmine yang masih berusaha menebak-nebak, Jelita rupanya sudah menghabiskan setengah dari isi jus jeruknya. Selanjutnya, mereka berlima menghabiskan waktu untuk mengobrol tentang banyak hal. Poppy mendominasi obrolan, ditimpali dengan Anne dan Bianca yang antusias. Yasmine juga ikut serta sesekali, berbeda dengan Jelita yang lebih banyak diam. Yasmine ki

