Arkana bersenandung kecil saat melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya. Ia baru saja membasuh peluhnya setelah seharian penuh berjibaku dengan setumpuk deadline. Bahkan di saat akhir pekan seperti ini, Arkana masih disibukkan dengan kewajiban akan pekerjaannya. Pria itu kemudian mematut dirinya di cermin besar seukuran tubuhnya, menyugar asal surainya yang masih basah. Arkana yang masih tampil shirtless itu lalu mengambil pakaian di lemari—sepotong kaus putih polos dan celana pendek hitam. Senang rasanya mengenakan pakaian santai seperti ini setelah sekian lama terperangkap dalam setelan jas resminya yang begitu kaku. Arkana baru saja merebahkan diri di ranjang king size miliknya saat suara ponselnya berdering nyaring. Astaga! Ada apa

