39. Aku tak butuh teman yang miskin!

1035 Words

Merasa seluruh isi hatinya terbaca, raut wajah Cealin berubah cepat. Dia menjatuhkan kopernya tanpa sadar. "Angel, aku tak bermaksud begitu. Kau benar. Aku kesal padamu. Apa kau tahu? Aku harus menyelesaikan kuliahku dan tinggal di sana untuk mempercepat prosesnya. Tapi tiba-tiba semua keadaan berubah, dan mereka menertawakanku. Aku bahkan tak bisa menghubungimu sama sekali. Aku pulang tergesa untuk menemuimu. Dan kini aku tak dapat mengendalikan semuanya. Apakah kau sengaja melakukan ini padaku?" Ada amarah yang berapi api di mata Cealin. Beberapa titik keringat bahkan terlihat di keningnya. Napasnya memburu dan tak teratur. Teriakan kemarahannya baru saja lolos dan dia menatap Angel kesal. Sangat kesal, tapi dia harus menahan semuanya. Karena bagaimana pun dia tak bisa marah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD