Angel tertarik saat tangan edsel menariknya cepat. Matanya meneliti wajah Edsel sesaat dan pada Meida yang bergegas dan berdiri di samping Edsel. Saat ini, dia jelas bisa melihat tatapan marah Edsel dan tatapan penuh khawatir dengan rasa muak yang kuat dari Meida. "Apa yang kau lakukan!" tanya Edsel dingin dengan tatapan menghujam. Angel tertegun. Dia melihat tangannya yang putih kini memerah dalam gengaman tangan Edsel. "Kau sendiri?" tanyanya lirih. Bibirnya tersenyum tipis. Seakan mengejek kepedulian Edsel padanya. Meida, yang berada di samping Edsel terlihat sangat kesal padanya. "Apa kau berselingkuh dariku?" tanya Edsel lirih. Dia menekan tangan Angel dalam gengamannya. "Aku tak peduli apa yang terjadi padamu, tapi ingatlah untuk tidak membuat masalah sebelum pertunan

